Berita

Kominfo: Jangan Tunda Registrasi SIM Card Di Akhir Waktu

on

Jambur.com,Jakarta-Sejak pertama kali diwajibkan untuk melakukan registrasi SIM card pada tanggal 31 Oktober 2017 yang lalu, jumlah yang melakukan registrasi terus mengalami peningkatan. Tercatat, hingga saat ini ada 88 juta nomor yang melakukan registrasi dari 360 juta SIM card yang beredar.

Nomor seluler pelanggan prabayar tersebut telah divalidasi dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Langkah-langkah dalam melakukan registrasi SIM Card.

Walaupun proses registrasi terus mengalami peningkatan, namun Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ahmad M. Ramli meminta agar masyarakat jangan melakukan peregistrasian pada waktu akhir pendaftaran, yaitu pada tanggal 28 Februari 2018 mendatang.

“Jangan menunda dan nunggu sampai batas akhir. Nanti membludak seperti di awal pendaftaran kemarin. Selagi sekarang lagi santai, waktunya juga tidak terburu-buru, lebih baik lakukan registrasi sekarang,” kata Ramli di Jakarta, Senin (4/12/2017).

Himbauan yang sama juga disampaikan oleh Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Indonesia (ATSI). Karena jika diregistrasi pada saat akhir pendaftaran, nantinya akan berimbas untuk pelanggan sendiri.

“Kita menghimbau agar jangan tunggu last minute (akhir waktu) karena nanti dapat seperti brexit, macet sistem dari Dukcapil dan operator karena sikap kita,” tutur Ketua Umum ATSI, Merza Fachys.

Program pemerintah yang bertujuan untuk mengumpulkan data-data pelanggan seluler prabayar ini diyakini bisa dicapai, jika dibandingkan dengan program yang sama pada waktu yang sebelumnya. Seperti diketahui, registrasi SIM card ini sudah diterbitkan sejak sepuluh tahun yang lalu.

Rasa keyakinan tersebut tercurah karena program ini didukung oleh database kependudukan di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

“Saya sangat yakin dan optimis karena sebelumnya belum ada database untuk validasi tapi sekarang ada validatornya, yaitu Dukcapil. Selain itu, kita terus memonitor secara real time,” ujar Ramli.

About Yoanda Brery

Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal.
AYO MEMBACA!!!!!!!

Recommended for you