Hukum

Puluhan Advokat Menyatakan Siap Dampingi Novel

on

Jambur.com – Sudah terjatuh tertimpa tangga pula, mungkin pepatah ini cocok untuk menggambarkan apa yang sedang dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagaimana tidak, Novel yang sekarang masih dalam perawatan medis atas tindakan penyiraman air keras harus berurusan lagi dengan perkara baru. Pasalanya Direktur Penyidikan KPK, Aris Budiman melaporkannya ke Polda Metro Jaya atas tuduhan pencemaran nama baik.

Apa yang dialami ini mendapat banyak sorotan publik. Banyak pihak yang menyatakan dukungannya kepada Novel. salah satunya dari para Advokat. Puluhan advokat dari berbagai kalangan menyatakan siap membela Novel Baswedan. Para advokat ini akan secara khusus membela Novel untuk menghadapi masalah hukum atas laporan Aris.

“Sekarang memang masih berupa diskusi di grup Whatsapp saja, karena belum ada surat kuasa dari keluarga Novel” kata Direktur Bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Julius Ibrani saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, 2 September 2017. ” Tapi nanti akan cukup banyak yang terlibat untuk membela, ada puluhan udah pasti.”

Aris Budiman, pada 13 Agustus 2017 lalu melaporkan Novel atas dugaan pencemaran nama baik. Dengan waktu yang cukup singkat Polda Metro Jaya telah meningkatkan status laporan Aris ke tahap penyidikan, meski belum menetapkan Novel sebagai tersangka.

Julius juga mengatakan bahwa sejumlah advokat yang pernah membela Novel dalam kasus dugaan penambakan terhadap pencuri sarang burung walet akan kembali terlibat.

“Ya masih ada beberapa, kami masih akan terus dampingi dan berikan advokasi,” katanya.

Menurut Julius, tim advokasi hukum Novel selanjutnya akan memastikan perkembangan pelaporan Novel terlebih dahulu.

“Ini info yang berkeliaran macam-macam, tapi dari data resmi, termasuk dari data KPK, belum ada SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan,” ujarnya.

“Sampai saat ini keluarga Novel Baswedan belum terima surat apapun, biasa kalau terima surat, keluarga pasti kirim ke tim advokasi.” Surat tersebut, ujarnya, bisa berbentuk SPDP, Surat Pemanggilan, ataupun Surat Pemeriksaan. Jadi belum ada info sama sekali,” ungkapnya.

About Elfanta Purba

Penulis Lepas Tentang Politik, Tips dan Trik

Recommended for you