Internasional

Ratusan Ribu Warga Demo Menolak Catalonia Pisah dari Spanyol

on

Jambur.com/Berita Internasional – Ratusan ribu warga di ibu kota Catalonia, Barcelona, berdemonstrasi menolak upaya pemisahan diri dari Spanyol setelah referendum kemerdekaan digelar pada 1 Oktober lalu.

Pihak keolisian setempat memperkirakan jumlah massa itu mencapai jumlah sebanyak 350 ribuan orang. Mereka terlihat melambaikan bendera Spanyol dan Catalan sambil membawa spanduk bertuliskan “Catalonia adalah Spanyol” dan “Bersama kita lebih kuat”.

Unjuk rasa yang berlangsung pada akhir pekan itu diprakarsai oleh kelompok anti-kemerdekaan Catalan Civil Society. Para pedemo itu menyebut diri mereka sebagai “kelompok mayoritas yang selama ini diam” dan menolak referendum.

Terlihat juga beberapa pendemo menyerukan agar Presiden Catalonia, Carles Puigdemont, dipenjara karena telah menggelar referendum yang dinilai tidak sah dan melanggar konstitusi negara mereka. Ada juga yang mneyuarakan agar mendorong pemerintahan Perdana Menteri Mariano Rajoy dan pemimpin Catalonia untuk segera berdialog menyelesaikan krisis.

Upaya separatis ini dianggap memicu krisis politik terburuk di Spanyol dalam beberapa dekade terakhir.

Tak hanya Barcelona, demonstrasi juga berlangsung di 50 kota lainnya, termasuk Madrid. Ribuan orang berpakaian serba putih berkumpul sambil membawa spanduk berisikan seruan perdamaian dan dialog antara pemerintah pusat dan pemerintah Catalonia.

Pakar ekonomi Spanyol menyebut jika masalah ini harus segera diselesaikan sesegera mungkin tanpa melalui unilateralisme.

“Krisis ini memicu perpecahan sosial di Catalonia dan harus segera diselesaikan melalui dialog, tidak boleh melalui unilateralisme,” papar Jose Manuel Garcia, seorang ekonom yang ikut berdemo.

“Saya sangat khawatir krisis ini akan berakhir buruk dan semua warga akan kehilangan,” tambahnya.

Di sisi lain, pemimpin nasionalis Catalonia tetap bersikeras akan mendeklarasikan kemerdekaan setelah parlemen regional kota itu menyetujui dan mengesahkan undang-undang proses kemerdekaan.

Puigdemont bahkan berencana menemui parlemen Catalonia pada Selasa (10/10) besok.

“Kami akan menerapkan apa yang dikatakan undang-undang [dari parlemen] tersebut,” ucap Puigdemont.

Hingga saat ini, belum ada terjalin komunikasi maupun dialog antara pemerintah pro-kemerdekaan Catalonia dan pemerintah pusat.

PM Rajoy berkeras menolak mengakui referendum kemerdekaan yang diklaim mendapat dukungan 90 persen warga Catalan itu. Ia juga menolak berdialog jika Puidgemont tidak mau membatalkan referendum tersebut. Rajoy bahkan tidak menutup kemungkinan mempergunakan hak konsitutusional untuk mencabut status otonomi Catalonia jika wilayah itu terus menuntut kemerdekaan.

About Putra Tarigan

Penulis Lepas Rubrik Politik, Hukum dan Hiburan

Recommended for you