Inspirasi

BAKERCAB GMNI Labuhanbatu Raya Gelar Diskusi Hari Perempuan Internasional

on

Jambur.com/Berita Mahasiswa – Dalam kehidupan sehari-hari, jika kita berbicara dengan topik pembicaraan ‘perempuan’, adalah kita membahas tentang perempuan dari segala aspek dan bidang kehidupan sehari-hari.

Hal senada menjadi pokok pembicaraan dalam Forum Grups Discussion yang diselwnggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang dipelopori oleh Sarinah Ecca Hasibuan dari Badan Kerja Cabang (BAKERCAB) GMNI Labuhanbatu Raya pada momen Hari Perempuan Internasional (08/03/2018) kemarin.

Sarinah Anira, yang merupakan Pengurus Cabang Badan Kerja Cabang (BAKERCAB) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Labuhanbatu Raya mengungkapkan, ketika kita berbicara tentang perempuan, maka kita juga harus berbicara tentang ‘keadilan’.

“Jika bicara perempuan maka bicara kesejahteraan.
Jika bicara perempuan maka bicara kekerasan.
Jika bicara perempuan maka bicara kepemimpinan.

Jika bicara perempuan maka bicara negara.
Jika bicara perempuan maka bicara dunia.
Dan Jika bicara perempuan maka bicara tentang keajaiban.” terang Sarinah Anira.

Menurutnya perempuan merupakan tolak ukur negara-negara di dunia untuk mencapai kesuksesan, kesejahteraan dan kemajuan negara.

Dia menerengkan jika perempuan adalah makhluk ciptaqn Tuhan yang teristimewa. Namun perempuan jg adlh senjata yg bisa menghancurkan.

Namun, ironisnya di zaman modeen sepwrti sekarang ini, perempuan semakin di eksploitasi dlm sistem kapitalis.
Dieksploitasi dlm hak, dan dlm koridornya.
Perempuan selalu ditindas dan diremehkan dlm segala hal.

Perempuan selalu menjadi “objek” bagi kaum lelaki demi memenuhi kebutuha maupun hasrat mereka.
Bahkan, sekarang ini lebih parah dikarenakan perempuan menjadi makhluk yang selalu dianggap selalu membawa hal-hal negatif dan sering membawa pengaruh buruk yang membuat perempuan menjadi “tersingkir” dan “dikelas duakan” sehinga kaum perempuan tersudut hingga membuatdirinya tak mampu dalam hal pola pikir ataupun kebebasan dalam berpendapat dan memilih jalan hidupnya.

Kaum Perempuan Terdegradasi dan Selalu Mengikuti Arus Zaman.

Sarina Anira berpendapat bahwa untuk itu, kita sebagai kaum perempuan harus memiliki kesadaran diri yang tinggi dan mampu memperjuangkan kesataraan hak perempuan dengan kaum lelaki.

1. Perempuan juga dapat menjadi pemimpin dan harus diberi kesempatan untuk itu,

2. Perempuan juga bisa melakukan apapun yang dilakukan oleh kaum lelaki sekaligus juga dapat melakukan apa yang kaum lelaki tidak akan bisa lakukan.

3. Perempuan juga punya dan harus diberi kesempatan yang sama dengan kaum lelaki, dengan penempatan hak yang sama.

4. Akan tetapi, kaum perempuan juga diharapkan lantas tidak menjadi arogan dan tinggi hati jika sudah berada di posisi atas/pimpinan.

Kita kaum perempuan juga harus mengetahui kewajiban sebagai perempuan karena ketika kita kaum perempuan telah menyeleweng dari kewajiban dan kodrat kita, maka bisa saja nanti generasi masa depan kita akan menjadi buruk.

Untuk itulah, kita kaum perempuan harus punya pola pikir, karakter untuk dapat menjadi tolak ukur tersendiri untuk menjadi perempuan yang idealis.

Jadilah perempuan yang tidak hanya memikirkan bahwa kodrat dan tujuan perempuan itu harus cantik, harus tahu berdandan dan harus selalu ikut arus zaman.

Sarinah Anira berpesan agar kaum perempuan punya standar hidup untuk masa depannya serta memiliki pola pikir, karakter, dan cerdas dalam segala hal.

“Sejatinya, perempuan yang cantik itu adlh perempuan yang memiliki kecerdasan dalam berpikir, memiliki target standar hidup serta menjadi perempuan yg punya karakter pejuang yang tangguh dalam meniti hidupnya dan perempuan yg cantik itu adalah perempuan yang tidak merebut hak dari perempuan lain,” jelas Sarinah Anira.

“Untuk itu, jadilah perempuan yg bijak, yg memiliki keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan jadilah perempuan yang menjadi pelopor perubahan dan pembangunan karakter yang menuju kesejahteraan kita dalam ruang lingkup kaum perempuan dalam skala kecilnya, dan lingkup negara dan dunia dalam skala besarnya,” tandas Sarinah Anira dalam diskusi tersebut.

About Putra Tarigan

Penulis Lepas Rubrik Politik, Hukum dan Hiburan

Recommended for you