Inspirasi

BUDAYA BERPIKIR KRITIS : Filtrasi Terhadap Berkembangnya Radikalisme Di Lingkungan Pendidikan

on

Jambur.com/Artikel Opini – Miskin dan merosotnya wacana kritis di kalangan akademis menjadi penanda bertumbuh kembangnya paham radikalisme yang mengatasnamakan agama di lingkungan akademis kampus.

Hal ini bukan dinyatakan tanpa adanya pertimbangan-pertimbangan yang rasional, melainkan lahir karena adanya analisa sebab akibat. Dalam hal ini yang  dimaksud hilangnya budaya berpikir kritis menjadi penanda bertumbuh suburnya paham radikalisme adalah dimana orientasi lingkungan kampus yang hanya bertujuan untuk mempersiapkan kelompok akademis sebagai tenaga kerja dengan kurikulum yang menekan pertumbuhan kreatifitas berfikir. Oleh karena itu bentuk-bentuk dogma agama yang mengalami radikalisasi dengan mudahnya masuk ke alam berfikir kelompok akademis tanpa banyak resistensi yang berarti.

Mengingat “keluguan” kelompok akademis dewasa ini dalam menerima paham-paham agama yang diradikalisasi dalam konotasi negatif dan sarat atas kepentingan kelompok tertentu maka bukan hal yang salah jika dalam hal ini kita merujuk pada pembenahan komperhensif terhadap sistem pendidikan dan variabel serta struktur penunjangnya sebagai sarana membangun kembali budaya berpikir kritis.

Dalam hal ini dapat sejujurnya kita katakan bahwa resistensi terhadap budaya berfikir kritis diciptakan oleh sistem pendidikan itu sendiri, dalam kata lain secara paradoks sistem pendidikan di Indonesia menolak akan kehadiran radikalisme di lingkungan kampus tapi tidak menciptakan iklim yang menunjang terciptanya wacana-wacana kritis dalam kelompok akademis sebagai wacana yang diharapkan dapat menjadi filter terhadap paham radikalisme.

Oleh karena itu dalam kesempatan kali ini kami bukan hanya menyampaikan kritik kepada kelompok dan agen-agen yang menyampaikan paham radikalisme yang sudah kita sepakati bersama sebagai suatu hal yang tidak dapat ditolerir keberadaanya di republik yang didirikan atas dasar perjuangan-perjuangan yang bersifat pluralistik dimana identitas kita sebagai bangsa dibangun oleh nilai kemanusiaan dalam kebhinekaan, akan tetapi kita juga menyampaikan kritik terhadap ketidakterbukaan sistem pendidikan di Indonesia terhadap tumbuh kembang cara berfikir kritis.

Bukan tanpa alasan kita sebut sistem pendidikan Indonesia tidak memiliki itikad untuk menunjang iklim berpikir kritis hal ini dapat kita sebutkan atas dasar kurangnya implementasi tri-dharma perguruan tinggi dalam proses-proses perkuliahan salah satunya adalah kurangnya kegiatan penelitian dan pengabdian sebagai sarana analitik-praktis yang diharapkan dapat membangun budaya berpikir yang dapat menjadi filtrasi terhadap paham-paham non akademis yang tidak memiliki pijakan rasional atas kondisi yang senyata-nyatanya terjadi, serta faham-paham yang ditujukan guna menciptakan konflik horizontal dimana dapat diambil keuntungan atas hal tersebut oleh kelompok-kelompok berkepentingan yang kita tidak rasakan keberadaanya.

Dalam akhir artikel ini hal yang coba disampaikan adalah, harapan kita terhadap masa depan bangsa ini yang kita yakini sebagian diantaranya merupakan tanggung jawab kelompok akademis dimana seyogyanya kelompok akademis dapat memahami nilai nilai keagamaan sebagai perekat kerukunan umat beragama guna mewujudkan iklim berbangsa dan bernegara yang sarat akan nilai-nilai kemanusiaan serta bertujuan luhur untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, berikutnya bahwa kami juga memiliki keyakinan penuh bahwa setiap agama yang diakui di republik Indonesia memiliki tujuan yang sama dengan yang kami telah utarakan diatas.

Oleh karena itu saya coba menghimbau kepada kita semua bahwa budaya berpikir kritis adalah hal yang mutlak harus dibangun dalam lingkungan pendidikan tanpa budaya berfikir kritis kelompok akademis sekalipun pasti mengalami kesulitan dalam memfiltrasi paham-paham yang dapat merusak keutuhan berbangsa dan negara.

 

 

Effendi Kardo Naibaho

Presidium GMNI Komite Politik

About Putra Tarigan

Penulis Lepas Rubrik Politik, Hukum dan Hiburan

Recommended for you