Berita

Kemenkominfo: Registrasi Telat, Siap-Siap Kartu Dinonaktifkan

on

Jambur.com,Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menegaskan tidak akan melakukan perpanjangan masa registrasi prabayar menggunakan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Ketika masa registrasi prabayar telah berakhir dan pengguna layanan seluler belum juga mendaftarkan kartunya, nomor pengguna tersebut akan diblokir dari sistem milik operator telekomunikasi dengan bertahap.

“Tidak, ini tidak akan kita perpanjang. Kenapa diperpanjang kan sudah lama? Kita harus fokus pada kualitas pelanggan, bukan jumlah pelanggan, tapi pelanggan tidur (non aktif). Sebenarnya rugi semua di industri,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Kamis (15/2/2018).

Chief RA, demikian sapaan akrabnya, mengatakan bahwa saat ini belum dapat dipastikan jumlah pelanggan seluler di Indonesia. Hal itu disebabkan karena banyaknya pengguna pra-bayar yang hanya memakai kartu SIM dalam waktu singkat dan membuangnya.

Sedangkan operator telekomunikasi tetap mencatat kartu SIM tersebut pada sistem mereka. Hal itu disebabkan karena adanya perang harga antar-operator. Sehingga para pengguna tertentu dapat dengan gampang mengganti nomor karena mengikuti promo yang paling murah. Bagi operator, karakter pelanggan tersebut justru membebani.

“Sekarang belum bisa diketahui jumlah pelanggan yang benar. Itu kan klaim semua. Kalau bicara di media totalnya 350 juta, itu termasuk juga sim card bodong yang jadi biaya bagi oeprator karena menduduki sistem,” ujar Chief RA.

“Industri juga rugi. Seharusnya fokusnya pada kualitas pelanggan, agar masyarakat tidak pakai lalu buang (kartu SIM),” tambahnya.

Jika registrasi kartu SIM berhasil, kemudian operator dapat menghemat biaya produksi starter pack baru, maka dana yang ada dapat digunakan untuk pengembangan kualitas jaringan.

“Ini akan membuktikan kualitas pelanggan, agar industri sehat,” tuturnya.

Sebelumnya, registrasi kartu SIM ini dikhawatirkan akan berdampak pada pendapatan operator dari pelanggan.

Alasan operator adalah sikap tegas dari pemerintah menonaktifkan nomor yang belum mendaftarkan diri akan mengurangi jumlah pelanggan, terlepas dari aktif atau tidak aktifnya.

Sebelumnya juga Kemenkominfo telah mengumumkan bahwa saat ini terdapat 200 juta pelanggan yang telah mendaftar ulang menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Hingga pada batas waktu yang telah ditentukan yakni pada 28 Februari 2018 mendatang pelanggan belum juga meregistrasi nomor teleponnya, maka akan terkena pemblokiran bertahap dari layanan telepon, SMS, hingga akhirnya nomor dimatikan.

Pemblokiran tersebut dimulai pada Maret 2018 dan harapkan sudah benar-benar tuntas pada Mei 2018.

About Irvan Yoanda

Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal. AYO MEMBACA!!!!!!!

Recommended for you