Berita

Berbagai Hoax Setelah Gempa, Pengamat: Yang Menyebarkan Masih Polos

on

Jambur.com,Jakarta-Beragam informasi bohong atau hoax bermunculan setelah terjadinya gempa dengab 6,1 SR yang berpusat di Lebak, Banten. Pengamat media sosial Nukman Lutfie menganggap penyebaran berita hoax tersebut dilakukan oleh oknum yang masih polos dan tidak melakukan kroscek terlebih dulu.

“Yang memberitakan ini adalah orang yang masih polos, yang tidak berniat apapun kecuali ngasih tahu untuk hati-hati. Itu tidak dikroscek. Jadi tergerak mencegah orang lain untuk tidak celaka,” ujar Nukman, Selasa (23/1/2019).

Menurut Nukman, kebiasaan semacam itu juga ada di negara lain selain Indonesia. Masyarakat biasanya berlomba membuat informasi terbaru terkait peristiwa tersebut.

“Itu bukan khas Indonesia, itu terjadi di seluruh dunia. Jadi ketika ada bencana, maka orang akan berlomba-lomba mengabarkan hal baru lebih cepat. Ada keistimewaan jika dia yang pertama menyebarkan,” tuturnya.

Nukman meminta agar setiap orang tidak semestinya terima mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial begitu juga grup WhatsApp. Informasi tersebut harus dipahami dan diketahui sembernya sebelum disebarluaskan.

“Walaupun kita berniat untuk mencegah, kalau sumbernya dari wa grup, sebelum kita sebarkan ke yang lain, baiknya tanyakan dulu di grup wa tersebut bahwa berita itu sumbernya dari mana. Tapi sebaiknya tunggu informasi resmi dari lembaga yang terpercaya,” ujar Nukman.

Gempa dengan 6,1 SR di Lebak pada pukul 13:34 WIB itu juga terasa kuat di tiga titik lainnha seperti Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor. BMKG mengatakan, guncangan gempa di tiga wilayah tersebut terkategori dalam skala kuat.

Setelah kejadian, tidak lama kemudian berbagai macam hoax tersebar di media sosial dan dikaitkan dengan gempa tersebut seperti, foto jalanan retak, truk bergoyang, dan gedung apartemen.

Selain itu muncul juga beberapa kabar yang mengatakan akan terjadi gempa susulan dengan skala yang lebih besar. Namun, kabar bohong tersebut pun langsung dibantah oleh BMKG.

“Berita itu tidak benar, karena BMKG tidak pernah menyebarkan informasi tersebut,” tegas Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Selasa (23/1/2018)

About Irvan Yoanda

Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal. AYO MEMBACA!!!!!!!

Recommended for you