Berita

Setiap Hari Indonesia Diserang Hacker Sebanyak 1225 Miliar Kali

on

Jambur.com,Jakarta-Setiap hari Indonesia mendapat 1,225 miliar serangan siber. Data ini diperoleh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan diperkuat oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) yang ditulis dalam siaran pers dari Eset Indonesia.

Eset, sebuah perusahaan keamanan siber mengatakan, dari serangan yang jumlahnya mencapai miliaran itu, saat ini ransomware lah yang masih menjadi momok bagi keamanan siber di berbagai perusahaan di 2018.

“Di tahun 2018 mendatang, Malware akan tetap merajai. Terlebih, ransomware akan meningkat karena pembuatnya tidak pernah tertangkap,” ujar Country Manajer Eset Indonesia,  Yudhi Kukuh, pada acara Cyber Security Indonesia 2017, di Jakarta Convention Center, Rabu (7/12/2017).

Serangan ransomware ini sebelumnya sudah sempat heboh di Indonesia, apalagi  serangan tersebu juga berimbas pada beberapa rumah sakit.

Menurut Yudhi, saat ini yang paling dibutuhkan adalah solusi keamanan  dalam menghadapi tren serangan malware 2018 mendatang. Dalam mengantisipasi serangan tersebut, Yudhi mengaku bahwa Eset telah menyiapkan solusi keamanan yang terdiri sebanyak empat lapis.

Empat lapis yang dimaksud oleh Yudhi antara lain, upaya mendeteksi datangnya serangan, merespon, memprediksi, dan melakukan pencegahan kembalinya serangan-serangan siber tersebut.

Upaya mendeteksi serangan akan menggunakan teknologi GreyCortex-Mendle. GreyCortex-Mendle dapat mempelajari pola malware. Pola tersebut yang nantinya telah dipelajari, akan digunakan untuk mengenali ketika ada serangan yang masuk pada sistem.

Hasil dari deteksi serangan, akan memberikan respon, dan sistem akan mengeluarkan peringatan kepada admin perusahaan. Sehingga, mereka dapat segera melakukan tindakan.

Selanjutnya ada teknologi threat intelligence yang digunakan untuk memprediksi adanya serangan. Sebagai sebuah teknologi yang menawarkan “kecerdasan”, solusi ini disebut dapat melakukan analisis di dalam jaringan.

“Kita memiliki solusi terintegrasi. Solusi ini dalam arti bahwa solusi itu tidak hanya pada end-point saja. Tetapi kita memiliki solusi untuk melindungi jaringan dan menganalisis apa yang terjadi pada jaringan,” ucap Yudhi.

Analisis ini penting karena mampu melihat apa yang salah di dalam sistem ketika serangan terjadi. Teknologi ini juga digunakan untuk memprediksi serangan yang akan terjadi nantinya.

Setelah itu, langkah pencegahan akan dilakukan dengan memberikan benteng pada komputer dan server. Sedangkan untuk pengguna akhir (end user), teknologi ini dapat membantu mengamankan data di hard disk laptop mereka jika perangkat dicuri atau hilang. Solusi keamanan itu disediakan dalam solusi Eset Enterprise Security Solutions.

About Irvan Yoanda

Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal. AYO MEMBACA!!!!!!!

Recommended for you