Berita

Andi Narogong Dituntut 8 Tahun Penjara Dan Denda 1 Miliar

on

Jambur.com,Jakarta-Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut terdakwa kasus korupsi KTP elektronik atau e-KTP, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong selama 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dan potongan enam bulan kurungan.

Andi dinilai telah terbukti melakukan korupsi proyek e-KTP sehingga merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun.

“Menuntut majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sesuai dengan isi Pasal 3 UU Tipikor,” ucap Jaksa Mufti Nur Irawan saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Selain itu, Jaksa juga memvonis Andi sebagai justice collaborator (JC). Justice Collaborator adalah saksi pelaku yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Andi dinilai bersikap kooperatif dengan mengungkap para oknum yang turut berperan dalam proyek e-KTP di hadapan persidangan.

“Penetapan ini berdasarkan SK yang diterbitkan oleh pimpinan KPK pada 5 Desember 2017,” ucap jaksa.

Dalam tuntutannya, Andi juga diminta jaksa agar membayar uang pengganti dengan jumlah US$ 2,15 juta dan Rp1,1 miliar. Dari jumlah itu, kata jaksa, Andi telah mengembalikan uang sebesar US$ 350 ribu kepada KPK.

“Uang yang dikembalikan itu harus dihitung untuk mengurangi kewajiban pembayaran uang pengganti,” tegas jaksa.

Jaksa juga menimbang bahwa perbuatan Andi berdampak masif pada pengelolaan data kependudukan yang akibatnya terus dirasakan sampai saat ini.

Andi juga dinilai menyalahgunakan wewenang dan kedudukan beberapa pejabat yaitu Setya Novanto ketika menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar di DPR, mantan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri (Didukcapil) Irman, Pejabat Pembuat Komitmen proyek e-KTP, Sugiharto, dan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni.

“Terdakwa memanfaatkan pengaruh dan wewenang agar dapat mengarahkan proses pengadaan dan anggaran,” ucap jaksa.

Jaksa melanjutkan, penyalahgunaan wewenang  yang dimaksud adalah dengan mengintervensi pembentukan tiga konsorsium peserta lelang proyek e-KTP yaitu Murakabi, Astra Graphia, dan PNRI.

Selanjutnya Andi berperan untuk memenangkan salah satu konsorsium yaitu PNRI setelah berkoordinasi dengan Setya Novanto dan pejabat Kemendagri.

Sebelumnya Andi didakwa melakukan korupsi proyek e-KTP dan memperkaya beberapa oknum seperti, pejabat Kemendagri, panitia proyek dan anggota DPR yang masing-masing telah menerima jatah.

Selain itu dalam dakwaan yang sama, Andi juga dinilai telah memperkaya korporasi yakni Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sandipala Arthaputra, PT Sucofindo, dan manajemen bersama konsorsium PNRI dengan jumlah proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut.

About Yoanda Brery

Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal.
AYO MEMBACA!!!!!!!

Recommended for you