Berita

Guru Dipolisikan Karena Cubit Murid, Mahasiswa Sontak Berdemonstrasi

on

Jambur.com,Wajo- Beberapa Mahasiswa  yang tergabung dari berbagai organisasi kemahasiswaan mengadakan aksi unjuk rasa pada beberapa tempat di kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Dalam tuntutannya, Mahasiswa meminta Malayanti, seorang guru yang dilaporkan kepada pihak Kepolisian karena mencubit seorang siswa yang main HP di kelas meski telah ditegur beberapa kali.

Aksi demonstrasi tersebut dilakukan pada 3 titik. Aksi dimulai dari Bundaran Jalan Jenderal Sudirman, pada pukul 10:30 WIB, Kamis (30/11/2017).

Mahasiswa peserta aksi bergantian menyuarakan tuntutannya dan berteriak menolak kriminalisasi terhadap guru. Salah satu Mahasiswa peserta aksi, Supris Mujabir, mengatakan dukungannya kepada guru yang dinilainya tidak bersalah.

“Kami menilai guru ini tidak melakukan kesalahan. Menurut kami UU yang mengatur tentang perihal guru dalam upaya mendapatkan perlindungan hukum terkait hal dan aspek dalam kewajiban ketika proses pembelajaran siswa-siswinya itu sudah ada”, ujar Supris.

Selanjutnya massa aksi melanjutkan tuntutannya dengan mendatangi SMA Negeri 3 dan cukup membuat para siswa heboh. Tidak hanya disitu, aksi pun kemudian berlanjut dengan mendatangi DPRD Kabupaten Wajo.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Wajo, Sudirman Meru pun menyambut aspirasi mahasiswa dan mengaku prihatin dengan adanya kejadian tersebut. Sudirman berjanji akan secepatnya mempelajari kronologi dan menindaklanjuti kasus tersebut secara tuntas di kedua belah pihak.

Tetapi, jika melihat dari aspirasi para demonstran yang berbicara sesuai dengan faktanya, maka kasus tersebut harus dikembangkan dengan ketentuan hukum yang lain dan tidak hanya mengacu pada hukum perlindungan anak.

“Kadang di setiap daerah beda muatan lokalnya. Kami di Kabupaten Wajo sebelum lahir UU Perlindungan Anak, kalau dulu dipukul sama guru orang tua kami merasa terwakili dalam pembinaan. Tetapi karena adanya aturan ini membuat pembatasan kepada para guru,” ucap Sudirman.

Adapun kelompok mahasiswa yang menolak kriminalisasi tersebut adalah:

1. Lembaga Hukum (Lakum) HAM DPC PKB Wajo
2. PMII Wajo
3. GP Ansor
4. Banser
5. Gemasaba
6. Dema IAI As’adiyah
7. Kerukunan Pemuda Wajo
8. HMI Wajo9. SAR Prima
10. Mapala 17 STIA

Sebagaimana diketahui, guru Malayanti menegur siswanya karena main HP saat sedang berlangsungnya kelas kewirausahaan pada 6 November 2017. Malayanti akhirnya mencubit muridnya karena tetap main HP. Namun, Malayanti yang bermaksud baik akhirnya dilaporkan dan telah diperiksa di Polres Wajo.

About Irvan Yoanda

Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal. AYO MEMBACA!!!!!!!

Recommended for you