Berita

Direktorat Jenderal Pajak: Peredaran Materai Ilegal Di Indonesia Kian Semakin Marak

on

Jambur.com,Jakarta-Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengatakan bahwa saat ini peredaran meterai ilegal di Indonesia kian semakin marak. Ciri-ciri yang paling menonjol dari meterai ilegal tersebut dapat dilihat dari penawaran harga jual terhadap masyarakat banyak.

Kasubdit Administrasi dan Informasi Penerimaan DJP Kemenkeu, Samingun mengatakan, dalam penjualan meterai nominal tiga ribu, maka minimal harga jualnya  Rp.3000. Sementara itu kalau meterai bernominal enam ribu, harga jualnya minimal Rp.6000.

“Jadi kalau harga jualnya di bawah nominal itu, maka patut diduga ilegal,” ujar Samingun, Selasa, (28/11/2017).

DJP Kemenkeu mengatakan, walau masih terdapat beberapa materai yang beredar ilegal, pihaknya belum dapat memastikan dan belum memiliki data berapa tepatnya jumlah meterai ilegal tersebut.

Samingun menyebutkan bahwa seluruh meterai yang dicetak oleh Peruri dan dijual melalui PT Pos Indonesia di setiap tahun rata-rata jumlah meterai yang dicetak ada sebanyak 800 keping.

“Nah itu kita harapkan setiap tahunnya akan meningkat,” jelasnya.

Pos Indonesia juga melakukan penjualan dengan jumlah banyak untuk beberapa instansi. Instansi tersebut juga menjual materai kepada masyarakat dengan harga minimal sesuai dengan nominal atau diatas harga nominal. Artinya, mereka tidak melakukan penjualan dibawah harga meterai.

Samingun menambahkan, terdapat beberapa daerah yang sudah terdeteksi oleh pihaknya dalam melakukan penjualan meterai ilegal, yaitu Cibinong dan Jakarta.

Untuk hal pemasukan terhadap kas negara, bea meterai ditargetkan akan mencapai lebih kurang Rp 5 triliun. Menurut Samingun, jumlah dari target tersebut akan terus naik dan tidak bisa dibawah pertumbuhan ekonomi.

“Kalau targetnya ada dibawah pertumbuhan ekonomi, itu ada something,” ujarnya.

Samingun mengaku pihaknya belum menghitung secara detail terkait kerugian negara untuk setiap keping meterai yang dijual secara ilegal.

“Kami belum serinci itu,” tutur Samingun.

Dalam hal upaya untuk mengatasi penjualan meterai ilegal serta meningkatkan pamahaman masyarakat, DJP Kemenkeu beserta Peruri dan Pos Indonesia melalukan sosialisasi terhadap 230 Wajib Pajak (WP) besar yang termasuk sebagai pengguna meterai dalam jumlah besar.

About Yoanda Brery

Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal.
AYO MEMBACA!!!!!!!

Recommended for you