Berita

GMPG (Generasi Muda Partai Golkar) Desak Novanto Mundur

on

Jambur.com,Jakarta-Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) meminta dengan tegas agar Setya Novanto segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga citra Partai Golkar di mata masyarakat.

Maka dari itu, Inisiator GMPG Mirwan BZ Vauly mendesak Dewan Pimpimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar segera mengadakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mencopot Setya Novanto dari jabatan Ketua Umum DPP.

“Munaslub diselelenggarakan paling lambat bulan Desember. Kami dihadapkan pada dua pertaruhan yaitu Pemilihan Legislatif 2018 (pileg) dan Pemilihan Presiden 2019 (pilpres). Jadi tidak ada alasan untuk menunda munaslub ,” ujar Inisiator GMPG Mirwan BZ Vauly, Jakarta, Sabtu (18/11/2017).

Mirwan meminta Setya Novato mengedepankan kepentingan bangsa, publik, dan partai, bukan  hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Menurut Mirwan penting bagi pimpinan Golkar untuk segera mengambil tindakan yang strategi dan tegas dalam waktu yang sesingkat-singkatnya demi kepentingan partai.

“Partai Golkar sudah tidak bisa menanggung beban ini, [Kasus Novanto] ini kan kasus pribadi. Partai tentu harus berlari kencang karena agenda-agenda politik sudah di depan mata,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Mirwan, beberapa survei enyatakan elektabilitas Golkar semakin turun di mata masyarakat.

“Terakhir beberapa survei menyatakan elektabilitas kami sudah 7,4 persen dari 14 persen kemudian turun sebelas,” ujarnya.

Lebih lanjut, penyelesaian kasus Novanto harus mencerminkan perbaikan pendidikan politik bangsa. Dengan demikian, publik bisa meyakini bahwa politisi yang mewakili kepentingan mereka memiliki perilaku baik.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar NTT Melki Laka Lena menegaskan dalam pertemuan seluruh DPD I Partai Golkar kemarin, peserta memutuskan bahwa Partai Golkar masih solid dan belum berbicara masalah penyelenggaraan Munaslub.

“Golkar masih solid, Pak Novanto masih Ketua Umum Partai Golkar dan kami mencermati dengan sungguh dinamika yang berkembang,” tegasnya.

Menurut Melki, penyelenggaraan Munaslub tidak dapat dilakukan karena harus memenuhi beberapa tahap panjang. Mulai dari rapat pleno yang mengusulkan penyelenggaraan  Rapat Pimpinan Nasional. Kemudian, Rapimnas menyepakati penyelenggaraan Munaslub.

“Munaslub itu ada dua,keinginan DPP oleh Ketua Umum dan DPP menginginkan, atau oleh kami DPD I. DPD I menginginkan Munaslub, jika dua pertiga setuju ada Munaslub,” ucap Melki

Lebih lanjut, Melki meminta publik tidak menjadikan Setnov bulan-bulanan demi kemanusiaan dan menghormati proses hukum yang berjalan.

About Yoanda Brery

Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal.
AYO MEMBACA!!!!!!!

Recommended for you