Berita

Hebat! Siswa Kelas 6 SD Jago Buat Game Edukasi, Masuk Grand Final Termuda

on

Jambur.com-Muhammad Rifqi Ardiansyah patut disebut sebagai programmer cilik. Rifqi merupakan siswi kelas 6 SD Negeri Kandang Sapi 02 Pasuruan, Jawa Timur.

Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, dia telah membuat aplikasi permainan berbasis Android. Yang mengagumkan, aplikasi tersebut berfitur Augment Reality (AR).

Dia datang ke Semarang, Kamis (26/10/2017), untuk mengikuti Grand Final Lomba Mobile Kihajar 2017 yang digelar di Hotel Pandanaran, Senin (23/10/2017)-Rabu (25/10/2017).

Lomba yang diadakan di Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, aplikasi yang dibuatnya lolos sebagai finalis kategori pelajar. Bahkan, dia menjadi peserta termuda yang lolos di grand final kompetisi tersebut.

“Saya bisa pemrograman membuat game ini diajari kakak,” katanya.

Setelah berlatih, dia membuat permainan edukasi yang diberi nama AR Transportasi. Di aplikasi ini, ia memperkenalkan jenis-jenis transportasi di Indonesia.

Menggunakan teknologi AR, pengguna hanya butuh menyorotkan kamera telepon seluler ke gambar yang telah disiapkan.

Selanjutnya, di layar ponsel akan tampil transportasi secara detail berbentuk animasi tiga dimensi. Yang hebatnya, Rifqi terlihat matang membuat aplikasi ini.

“Proses pengerjaannya dua bulan. Bahasa pemograman yang dipakai untuk membuat aplikasi ini adalah C Sharp (C#),” ujarnya.

Deni Setiawan kakak Rifqi, mengungkapkan, ide membuat aplikasi game tersebut berawal dari kegemaran adik bermain komputer dan gadget.

Karena tidak ingin adik mendapatkan pengaruh buruk, Deni yang juga mengajar di sekolah tempat Rifqi belajar, mendorong agar Rifqi belajar pemrograman.

“Kerjaanya di rumah main game. Terus, saya tantang membuat game. ‘Dek mau tidak buat game, nanti saya daftar lomba ini!’ dianya mau,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hampir semua proses pembuatan aplikasi itu adiknyalah yang mengerjakan.

“Desainnya pakai Corel Draw biar mudah, sedangkan buat gamenya menggunakan Unity,” tandasnya.

Penanggung jawab dari Lomba Mobile Kihajar 2017, Toni Setyawan menjelaskan, ada tiga kategori yang dilombakan dalam kompetesi tersebut, yaitu kategori guru, pelajar dan umum. Setiap kategori, ada 30 peserta yang diseleksi masuk grand final.

Menurut Toni, lomba ini merupakan tingkat nasional yang diadakan sudah keenam kalinya.

Tujuannya mengajak guru dan masyarakat mengembang konten edukasi untuk memperkaya konten di bidang pendidikan di era digital.

“Semua aplikasi yang dilombakan akan tetap menjadi milik pembuatnya. Namun, kami mempunyai hak untuk menyebar luaskan konten yang dilombakan,” ujarnya.

About Yoanda Brery

Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal.
AYO MEMBACA!!!!!!!