Berita

Inilah Rekam Jejak Cepi Iskandar Hakim Praperadilan Setnov

on

Jambur.com – Cepi Iskandar adalah salah satu nama yang banyak dibicarakan saat ini, baik di media sosial maupun di tengah tengah masyarakat. Pasalnya, Hakim pengadilan Negeri  Jakarta Selatan ini memenangkan gugatan pra peradilan Setya Novanto atas penetapan dirinya sebagai tersangka pada kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP)oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kasus korupsi mega proyek tersebut, Setya Novanto diduga ikut melakukan tindakan yang menguntungkan diri sendiri atau pihak sehingga merugikan negara capai kisaran Rp 2,3 Triliun. Politisi yang akrap dipanggil Setnov ini diduga ikut dalam mengarahkan penentuan pemenang tender. Kemudian dalam dakwaan pelaku lain didalam sekandal ini, Setya disebut mendapat jatah 11 persen dari nilai proyek atau sekitar Rp 574 miliar.

Namun begitu gugatan pra peradilan Setya Novanto dikabulkan hakim Hasil kerja penyidik KPK selama berbulan-bulan mubazir. Soalnya, putusan itu akan berkekuatan hukum tetap. KPK tidak bisa meminta banding dan kasasi serta sulit pula mengajukan permohonan peninjauan kembali.

Jadi siapakah Hakim Cepi Iskandar si pengabul gugstan Setnov tersebut? Cepi Iskandar lahir di Jakarta, 15 Desember 1959. Ia baru tiga tahun bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta selatan. Meski demikian, menurut Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Made Sutrisna, Cepi punya rekam jejak panjang sebagai hakim.
“ Dia sudah 25 tahun menjadi hakim,” kata Made Sutrisna yang ditemui saat di wawancarai Senin 11 September lalu.
Made mengaku satu angkatan dengan Cepi saat menjadi hakim. Mereka diangkat sebagai hakim pada tahun 1992. Dari laman Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi berpangkat Pembina Utama Madya Golongan IV. Sementara jabatannya sebagai hakim adalah Hakim Madya Utama.
Sebelum bertugas di Jakarta Selatan, Cepi pernah bertugas di Pengadilan Negeri Depok dan menjadi Wakil Ketua Pengadilan di sana. Lalu Cepi bergeser ke Pengadilan Negeri Bandung sebelum akhirnya bertugas di  Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Lampung pada 2011-2013. Pada 2013-2015, Cepi Iskandar menjadi Ketua Pengadilan Negeri Purwakarta.
Cepi setidaknya pernah beberapa kali menangani perkara kasus korupsi. Saat bertugas di Bandung, Cepi menangani perkara dugaan korupsi proyek pengadaan buku dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan terdakwa Joko Sulistyo. Hakim Cepi yang jadi Ketua Majelis menyatakan Djoko sebagai pimpinan proyek pengadaan buku, telah melakukan proyek sesuai prosedur. Majelis Hakim juga menilai tidak ada pengelembungan dana dalam proyek itu.
Di Tanjung Karang, Lampung, Cepi Iskandar juga menangani kasus korupsi pengadaan alat customer information system (CIS) dengan terdakwa Hariadi Sadono. Hariadi adalah mantan Direktur PT PLN (Persero) wilayah Lampung. Cepi adalah Ketua Majelis Hakim saat memutuskan Hariadi pada tahun 2011 itu, bersalah dan menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan uang pengganti sebesar Rp 137.380.120.
Kasus Novanto sendiri adalah gugatan praperadilan kedua yang ditangani Cepi.  Sebelum mengarap Setya Novanto, Cepi  menangani perkara praperadilan penetapan tersangka CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo melawan Bareskrim Polri. Hary Tanoe menggugat Bareskrim Polri atas penetapan tersangka kasus dugaan ancaman melalui SMS pada Jaksa Yulianto. Dalam perkara ini, Cepi menolak praperadilan Hary Tanoe

 Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar, menyidangkan 5-10 kasus per hari. Kasus yang ditangani lebih banyak perkara kriminal yang tak melibatkan tokoh besar, seperti pencurian, penipuan, pembunuhan, dan perceraian, (Seperti yang dikutip dari Tempo.co).

About Elfanta Purba

Penulis Lepas Tentang Politik, Tips dan Trik

Recommended for you