Sofian Si Peternak Domba Hasilkan Rp.400 Juta Per Tahun

Jambur.com,Jakarta- Sofian Hadi seorang peternak yang bisa dikatakan cukup berhasil dalam meraih kesuksesan dari domba Garut yang dipeliharanya. Saat ini, omzet yang didapatnya yakni Rp.400 juta dalam setahun, atau Rp.33 juta dalam sebulan.

Usaha ternak domba Garut tersebut telah dijalaninya dari 13 tahun yang lalu. Dia menggunakan lahan yang tidak terlalu luas di dekat rumahnya, di Ujung Berung, Bandung, yang kemudian digunakan sebagai kandang. Awalnya, dia hanya memelihara 7 ekor, hingga saat ini telah beranak pinak sampai pernah mencapai 200 ekor kambing.

“Saat ini total dombanya ada 131 ekor, satu kandang untuk satu kambing, karena domba garut itu kan enggak bisa disatukan. Dulu mulainya 7 ekor saja, kalau omzet Rp.400 juta setahun dari kambing yang dijual,” ujar Sofian di Jambore Peternak, Cibubur, Jakarta, Minggu (24/9/2017).

 

Menurut Sofian, dia hanya fokus dalam pengembangbiakkan domba Garut. Sebagian besar dijual sebagai domba daging, sisanya lagi dijual untuk domba ketangkasan yang lumrah dilombakan di Jawa Barat.

“Kalau untuk ketangkasan itu 40% dari kambing yang dijual. Harganya untuk yang ketangkasan lumayan mahal, antara Rp.9-20 juta per ekor dengan berat 60-90 kg. Sementara untuk domba daging kurban harganya Rp.5-6 juta dengan berat 65-85,” ujarnya.

Menurutnya, usaha domba cukup memuaskan. Pasarnya selalu ada, terkhusus untuk aqiqah dan hewan kurban saat Idul Adha. Selain itu, tingkat kelahiran domba yang tinggi membuat jumlah yang dipelihara cepat bertambah.

“Saya pelihara domba Garut semua. Biakin sendiri, setahun satu ekor indukan tambah (beranak) dua kali atau sekali. Idul Adha pernah saya jual sampai 160 ekor yang harganya Rp 5-9 juta per ekornya,” ujar Sofian yang mempunyai usaha sampingan toko optik ini.

Saat ini dia telah memperkerjakan 18 orang karyawan untuk mengurus kandang dombanya. Dari hasil jerih payahnya tersebut, dirinya sudah berhaji dan menyekolahkan anaknya hingga ke tingkat kuliah.

Walaupun demikian, memelihara domba bukanlah berarti tanpa ada kendala. Masalah utama saat ini yakni pakan yang kadang seret saat musim kemarau.

“Sekarang anak pertama sudah kuliah, lagi skripsi. Paling kecil masih 5 tahun. Nah pelihara domba paling susah rumputnya, kalau musim kering begini susah. Selain ngarit, kita kan tanam rumput sendiri juga, tapi cuaca begini susah,” tambah Sofian.

Irvan Yoanda :Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal. AYO MEMBACA!!!!!!!