Berita

Pemerintah Bangladesh Larang Jual Kartu SIM HP Ke Pengungsi Rohingya

on

Jambur.com,Dhaka- Pemerintah Bangladesh melarang perusahaan-perusahaan telekomunikasi setempat untuk menjual kartu SIM telepon genggam (HP) kepada para pengungsi Rohingya. Adapun alasan pelarangan tersebut adalah karena resiko keamanan.

Selama proses pelarangan ini, ada empat operator Hand Phone yang ada di Bangladesh diancam akan terkena denda jika mereka menjual kartu SIM HP kepada para pengungsi Rohingya. Pada Agustus hampir 430 ribu pengungsi Rohingya dari Myanmar telah tiba di Bangladesh sejak konflik kembali pecah di Rakhine.

“Untuk dalam waktu sementara ini, mereka (Rohingya) tidak bisa membeli kartu SIM,” tegas Enayet Hossain, pejabat senior Kementerian Telekomunikasi seperti dikutip kantor berita AFP, Minggu (24/9/2017).

Menteri Muda Telekomunikasi Tarana Halim mengatakan, keputusan pelarangan penjualan kartu perdana tersebut dikarenakan oleh alasan keamanan.

Selama ini pemerintah Bangladesh juga telah melarang penjualan kartu SIM kepada warga negaranya yang tidak bisa memperlihatkan kartu identitas resmi. Ini adalah sebagai upaya dalam menggagalkan kemampuan organisasi para militan domestik.

“Kami mengambil keputusan menyambut Rohingya atas dasar kemanusiaan, tetapi pada saat yang sama, keamanan kami sendiri tidak boleh dikompromikan,” ujar Halim tanpa menjelaskan lebih rinci mengenai risiko yang ditimbulkan para pengungsi Rohingya.

Otoritas telekomunikasi Bangladesh menyatakan, larangan ini dapat dicabut setelah kartu identitas biometrik dikeluarkan untuk para pengungsi yang baru tiba. Militer Bangladesh mengatakan, proses ini dapat memakan waktu hingga enam bulan.

About Yoanda Brery

Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal.
AYO MEMBACA!!!!!!!

Recommended for you