Berita

Pil PCC Dijual Murah Di Lapangan Hasilkan 11 Miliyaran Rupiah

on

Jambur.com,Jakarta-  Aktivitas produksi pil PCC yang dilakukan oleh pasangan suami istri berinisial BP dan LKW dan baru-baru ini ditangkap oleh polisi, ternyata omzet nya sebanyak miliaran rupiah.

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polr,i Brigjen (Pol) Eko Daniyanto menyatakan, dalam kurun waktu enam bulan, pasangan suami istri itu mendapat keuntungan  sebesar Rp 11 miliar.

“Menurut keterangannya, mereka telah dua tahun memproduksi PCC ini. Per enam bulan, keuntungannya Rp 11 miliar,” ujar Eko dalam konferensi pers di Aula Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Polisi saat ini tengah mendalami tindak pidana pencucian uang kedua pelaku. Walau demikian, semenjak pelaku ditangkap berturut-turut pada tanggal 14 dan 17 September 2017, polisi telah menyita dua mobil mewah. Dua mobil tersebut diduga merupakan hasil dari penjualan barang haram PCC tersebut.

“Salah satu mobil mereka adalah BMW Z4. Kami sita bersama uang tunai Rp 450 juta dan buku tabungan atas nama  anaknya yang berisi Rp 3,5 miliar,” ucap Eko.

Dari kasus tersebut, polisi telah menetapkan empat orang tersangka. Keempatnya adalah BP, LKW dan dua anak buahnya berinisial SAS dan WY. Keempatnya terjerat Pasal 197 subsider Pasal 1906 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Khusus untuk BP juga dijerat dengan Pasal 3 dan Pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Dijual Murah

Pil PCC hasil produksi pasutri tersebut dihargai murah dan terjangkau di lapangan, yakni berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

“Makanya yang beli itu mulai dari remaja sampai anak-anak karena harganya sangat terjangkau,” ujar salah seorang penyidik.

BP dan LKW ternyata telah memiliki distributor di beberapa kota besar sehingga pengiriman barang berlangsung mudah. Pil-pil itu tidak dijual di apotek. Pil itu disebut dijual oleh orang tertentu.

“Mereka menjualnya dari mulut ke mulut saja,” lanjut penyidik.

Efek yang ditimbulkan pil PCC trrsebut adalah halusinasi dan rasa relaks yang tinggi. Dalam beberapa kasus, konsumen mencampurkan pil itu dengan bahan yang lain.

“Misalnya dicampur di miras atau dia konsumsi itu sambil hirup lem. Menurut mereka efeknya lebih ‘nendang’ gitu,” ujarmya.

About Irvan Yoanda

Membaca dan menulis adalah jalan bagi orang yang ingin belajar dan mengetahui banyak hal. AYO MEMBACA!!!!!!!