Meminta Keterlibatan Cina Dan Rusia Untuk Mengecam Tindakan Korut, Cina Dan Rusia Malah Kecam AS

This picture from North Korea's official Korean Central News Agency (KCNA) taken on August 29, 2017 and released on August 30, 2017 shows North Korean leader Kim Jong-Un (C) watching the launch of an intermediate-range strategic ballistic rocket Hwasong-12 in Pyongyang. Nuclear-armed North Korea said on August 30 that it had fired a missile over Japan the previous day, the first time it has ever acknowledged doing so. / AFP PHOTO / KCNA VIA KNS / STR / South Korea OUT / REPUBLIC OF KOREA OUT ---EDITORS NOTE--- RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO/KCNA VIA KNS" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS THIS PICTURE WAS MADE AVAILABLE BY A THIRD PARTY. AFP CAN NOT INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, LOCATION, DATE AND CONTENT OF THIS IMAGE. THIS PHOTO IS DISTRIBUTED EXACTLY AS RECEIVED BY AFP. /

Jambur.com – Uji coba rudal terbaru Korea Utara (Korut) berhasil menggetarkan dunia. Pasalnya rudal yang diluncurkan oleh negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un tersebut berhasil mancapai titik terjauh di dunia.

Rudal itu diluncurkan melintasi negara Jepang persisnya melalui langit kota Hokkaido. Meski sudah tempuh jarak terjauh, tapi jarak itu belum jarak maksimal. Rudal negara yang sering dijelek-jelekkan oleh negara luar tersebut mampu tempuh jarak yang lebih jauh lagi. Rudal tersebut diyakini mempunyai kemampuan untuk mencapai wilayah AS di Guam.

Menurut Militer Korea Selatan (Korsel), rudal tersebut mencapai ketinggian sekitar 770km, terbang sejauh 3.700km melewati pulau Hokkaido utara Jepang sebelum mendarat di laut.

“Ini adalah rudal balistik terjauh yang pernah dilakukan Korea Utara,” kata Joseph Dempsey dari Institut Internasional untuk Studi Strategis dalam sebuah tweet seperti dikutip dari BBC, Jumat (15/9/2017).

Menanggapi hal itu, Amerika Serikat (AS) langsung mendesak Cina dan Rusia supaya menahan Korut. China adalah sekutu utama Pyongyang dan Rusia memiliki hubungan dengan rezim di Pyongyang.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson megatakan Washington sekarang tengah mempertimbangkan Beijing dan Moskow untuk bertindak melawan Pyongyang.

Namun Amerika Gagal dalam hal itu. Bukannya memenuhi permintaan AS, Cina malah mengatakan AS mengabaikan tanggung jawabnya sendiri. Sementara Rusia balik mengancam Amerika Serikat.

Juru bicara kementrian Luar Negri Rusia berbicara di sebuah stasiun radio Rusia, Maria Zakharova mengatakan: “Kami tidak hanya menunjukkan intoleransi terhadap peluncuran ilegal tapi juga kesediaan kami untuk menyelesaikan situasi di Semenanjung Korea. Sayangnya, retorika yang agresif adalah satu-satunya yang datang dari Washington,” tambahnya.

Elfanta Purba :Penulis Lepas Tentang Politik, Tips dan Trik