Berita

Tidak Mendukung Setya Novanto, Ahmad Doli Kurnia Dipecat

on

Jambur.com/Berita Politik – Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Idrus Marham menjelaskan bahwa pemecatan Ahmad Doli Kurnia dan Sirajuddin Abdul Wahab telah berjalan sesuai dengan prosedural partai yang secara tersirat jika keduanya dipecat karena tidak mendukung kepemimpinan Setya Novanto sebagai pimpinan partai Golkar.

Menurut penuturan Idrus, Doli dan Sirajuddin telah mendesak DPP Golkar untuk menggelar Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa) yang ditengarai sebagai langkah melengserkan Setya Novanto sebagai Ketum Golkar. Langkah tersebut dianggap bertentangan dengan keputusan rapat pleno DPP Golkar, yang isinya mendukung kepemimpinan Setya sebagai Ketum.

“Itu (Doli dan Sirajuddin) yang meminta mengadakan Munaslub dan sebagainya. Saya ingin menyampaikan bahwa pada 18 Juli DPP Golkar sudah sepakat mendukung sepenuhnya kepemimpinan Setya Novanto,” ujar Idrus di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (4/9) kemarin.

Idrus juga menerangkan bila keputusan rapat pleno sudah disepakati seluruh pihak di internal Golkar sekaligus membantah jika keputusan tersebut telah mendapat penolakan dari sejumlah pihak di Dewan Pembina, Pakar, atau pun Kehormatan Golkar.

Dirinya juga menyebutkan jika ketiga dewan itu telah jelas memberi arahan agar partai Golkar tetap solid mendukung Setya Novanto sebagai Ketua Umum partai Golkar demi kepentingan konsolidasi, serta akselerasi Pilkada tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019 yang akan datang.

Lebih lanjut, Idrus meyakini Doli dan Sirajuddin tidak akan melakukan manuver untuk melemahkan Golkar usai dipecat. Ia mengaku, mengenal sosok keduanya sebagai aktivis yang sedang menuju titik menjadi politisi.

Ia pun menilai, caci maki yang diarahkan terhadapnya sebagai bentuk kreatifitas Doli sebagai seorang aktivis.

“Nah di dalam proses menjadi itu memang banyak dinamika yang harus dilalui. Itu ada yang positif dan negatif. Jadi saya kira tidak ada masalah bagi semua,” ujarnya.

Sementara itu, Idrus kembali menyampaikan,bahwa  dukungan kepada Setya Novanto yang telah disampaikan 34 Dewan Pimpinan Wilayah dalam rapat Dewan Pakar Golkar pada 21 Juli 2017. Ia mengingatkan saat itu seluruh perwakilan DPW telah menyatakan dukungan, langsung di hadapan Setya.

“Golkar punya AD/ART, Munaslub, dan Rapimnas. Jadi kritis itu harus tetap ada dasarnya. Harus objektif, rasional, dan faktual,” tegas Idrus Marham.

About Putra Tarigan

Penulis Lepas Rubrik Politik, Hukum dan Hiburan

Recommended for you