Berita

Gelar “Profesor” Tamim Pardede Sang Hater Presiden dan Kapolri Dipertanyakan

on

Jambur.com/Berita Hukum – Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, penyidik tengah menelusuri gelar Profesor yang sering diumbar oleh Tamim Pardede.

Tamim Pardede merupakan pelaku yang mengunggah video di Youtube yang berisi ujaran kebencian (hate speech) dan penghinaan yang ditujukan kepada Presiden republik Indonesia, Joko Widodo dan juga kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

“Sedang kita teliti keabsahan gelar profesornya, apakah bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Himawan, Jumat (9/5/2017) kemarin.

Himawan menyebutkan, jika pihak Direktorat Siber Breskrim Polri  mendapat informasi bahwa pelaku pernah melakukan suatu kegiatan tertentu dengan mengumbar “gelar profesor”-nya. Pihak penyidik pun juga masih menunggu apabila ada pihak atau masyarakat yang pernah ditipu ataupun merasa dirugikan dengan pemakaian gelar profesor yang sering dipake Tamim Pardede.

“Kami lihat sejauh mana penggunaan gelar tersebut. Apabila ilegal dan digunakan untuk apa, kita akan lihat untuk pidananya,” ucap Himawan.

Tamim Pardede ditangkap polisi hari Selasa 6 juni 2017 lalu dikarenakan adanya unggahan video bermuatan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Tito Karnavian di mana salah satu videonya, Tamim menyebut bahwa Jokowi memiliki keberpihakan kepada blok komunis. Tamim juga mengatakan bahwa Kapolri Tito Karnavian juga termasuk antek Jokowi yang berpaham komunis. Dia juga sesumbar  menantang pihak kepolisian untuk bisa menangkapnya.

“Kalau Jokowi memerintahkan anteknya yang bernama Tito Karnavian dan pasukannya untuk menangkap saya, saya tidak akan tinggal diam. Jangan harap polisi bisa bawa saya hidup-hidup,” ucap Tamim dalam video berdurasi hampir 4 menit itu.

Di lain pihak, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah mengeluarkan siaran pers pada bulan Februari 2017 lalu yang menyatakan bahwa tidak pernah ada penganugerahan gelar profesor kepada Tamim Pardede.

Dalam salah satu kalimatnya tertulis bahwa nama LIPI di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kerap membuat orang malkukan klaim dengan menggunakan  nama LIPI dengan maksud tertentu.

“Salah satu contohnya adalah seseorang yang mengaku bernama Tamim Pardede dan mengklaim dirinya adalah profesor riset dari LIPI. Dan setelah LIPI melakukan penelusuran data dan fakta, ternyata nama Tamim Pardede bukan merupakan profesor riset dari LIPI dan lembaga ini tidak pernah mengukuhkan yang bersangkutan sebagai profesor riset,” demikian isi siaran pers tersebut.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain juga menerangkan dalam siaran itu bahwa bukan semabarangan eorang yang telah memiliki gelar profesor.

About Putra Tarigan

Penulis Lepas Rubrik Politik, Hukum dan Hiburan

Recommended for you